Puisi ini adalah Puisi dari karyaku yang memang tidak cukup bagus tapi ini sebagai curahan dari hati ku
Puisi-puisi ini
adalah sebagian yang masih tersisa dari catatanku yang telah hilang
sejak tahun 2000, tapi mudah-mudahan aku bisa menemukannya lagi. amin
....
Bumi adalah
Jagadku
Bayu itulah
Jiwaku
Surya Asal
dari Hatiku
Tirta
Jelmaan Batinku
Fana
Merupakan Jagadku
Jasad
Beda dengan Jiwa
Jiwa
Bukanlah Hati
Hati Tak
Sama dengan Batin
Batin
Lain dari Jasad
Semua
Berbeda tapi Tetap Serupa
Jiwa
Terada dalam Jasad
Jasad tak
Terada dalam Jiwa
Hati tak
Terada dalam Batin
Hati
Terada dalam Jasad
Jasad tak
Terada dalam Hati
Hati tak
Terada dalam Jiwa
Jiwa tak
Terada dalam Hati
Batin
tak Terada dalam Jasad
Batin
Terada dalam Hati
Batin
Terada dalam Jiwa
Jiwa tak
Terada dalam Batin
Jagad tak
Terada bila Jasad tak Terada
Jasad tak
Terada bila Jiwa tak Terada
Teradanya
Jasad, Teradanya Hati
Teradanya
Jiwa Teradanya Batin
Teradanya
Jasad Teradanya Jagad
Jasadku
Malam, Jiwaku Kelam
Jiwaku
Gelap Batinku Pekat
Jagadku
…..
Ya
Jagadku …..
Ya
Jagadku …..
Sanged
Cirebon,
28 September 2004
“TERPURUK”
Sendiri Aku Tersisi …
Tersudut di Hujung Dunia
Keluh, Desah, Tangis, dan
Rintih
Menghiasi Hari Demi Hari
Tak Seorangpun yang
Perduli …
Teman, Kawan, dan Sahabat
Berada Jauh di Hujung
Seberang
Berdiri Kokoh Membelakang
Tiada Geming Sorot
Pandang
Jalanku Jauh dari Terang
Melangkah Terhenyak, dan
Terjatuh
Tersungkur di Gelap
Jalanan
Sekali lagi Tiada yang
Perduli
Ku Coba Berdiri …
Bengkit dari
Keterpurukan-Ku!
Kuhentakan Kaki dan
Tangan ini
Mengangkat Beban Tubuh yang
Semakin Memberat
Tiada Setengah Berdiri …
Tubuhku Terkulai lagi
Mencium Bumi
Hingga Patah Kakiku tak dapat
Berdiri
Ingin Aku Berteriak …
Menjerit …
Menaingis …
Tapi Percuma … !
Nafasku Tersendak
Suaraku Hilang Ditelan
Gelap
Air Mataku Habis Terkikis
Dengan Tenaga yang
Tersisa
Kujulurkan Tangan ke
Depan
Meraba ke Samping Kiri dan
Kanan
Tak Ku Temukan
Rerumputan, Tiada Pepohonan
Untukku Jadikan sedikit
Pegangan
Menyeret Tubuh yang
Menjadi Beban
Lelah Ku Meraba, Lelah Ku
Mencari
Lelah Ragaku, Lelah
Jiwaku
Lelah Batin yang Tiada
Tara
Membiarkan Tubuhku
Dikrumuni Satwa
Biar … Biarlah Aku Pasrah
Batinku Menangis dan
Merintih
Tuhan …
Engkau Biarkan Aku
Dihidang Para Satwa
Biaraku Pasrah Segalanya
Pada-Mu
Dulu, Sekarang, dan
Selamanya …
Tetaplah Merangkulku dalam
Kuasa-Mu
Sendiri Aku Tersisi …
Tersudut di Hujung Dunia
Keluh, Desah, Tangis, dan
Rintih
Menghiasi Hari Demi Hari
Biarlah Aku Tetap
Hamba-Mu …
Sanged
Cirebon,
1 Januari 2006
“KEFANAAN SURGAWI DUNIA”
Sebelas Kurcaci
Berdiri di Pantai
Memandang
Gulungan Air Membelah Pasir
Berurut datang
Silih Berganti
Sang Jingga
Menarih Bersama Buih
Tebarkan
Intan di Selokah Raya
Serentak
Kurcaci Menengadahkan Teja
Merawai Percik
Kemilau di Angkasa
Dawai Ombak
Melagukan Kidung Surga
Bersahutan
Si Camar Melengkingkan Lirik Alam
Lirih Siulan
Ke Sebelas Kurcaci
Berpadu Satu
dalam Irama Kalbu
Terdengar
Indah, Melantun di Sanubari
Membias Di
Sukma, Terpenjara di Jeruji Hati
Menggentarkan
Nadi, Menyadarkan Diri
Akan
Kenikamatan Kidung Fana Duniawi
Kesebelas
Kurcaci Tertunduk Merenung
Diiringi
Bersemayamnya Sang Jingga
Gulungan
Air Merata dan Melemah
Si Camar
Terbius dalam Gelap yang Merambah
Kurcaci
…
Mencari-cari
Apa yang Dianggap Ada
Di Sana
Ada … Tapi Terlihat Kegelapan
Di Sana
Ada … Tapi Terdengan Kesunyian
Di Sana
Ada … Tapi Terasa Kehampaan
Ialah
Dunia yang Dipenuhi Kefanaan
Senja
Telah Berganti Malam
Kurcaci
Kembali Pulang Kepelukan Alam
Berganti
Mimpi dalam Tabir Ke-abadian
Sanged
Cirebon,
Desember 2005
“KANVAS SUKMA”
Membias Jiwa
di Temaram Senja
Kian Menawan
Curahan Asa
Tak Tergelincir
Batu Kerikil
Tak Goya
Godaan yang Se-Cuil
Gemuruh Terlukis
di Kanvas Sukma
Ba’ Pelangi
Bergantung di Cakrawala
Meratap Tak
Pedih di Hati
Merana Tak
Perih Meretas Diri
Cela …
Memang di Cela…
Nista Memang
dinista …
Bila Sang
Angkara Menjadi Raja
Tertunduk
Mata Melihat Jeriji Kaki
Tak Kuasa
Hati Mengingat Illahi
Merah Merona
Sang Sukma Nirmala
Nirmala Menjelma
dalam Selubung Jiwa
Mengganti
Angkara di Termin Rasa
Menjelmalah
Rasa, …
Rasa Yang
Sempurna
Manusia Lunglai
dalam Kuasa Illahi
Hilang tak
Terbersit Kefanaan Dunia
Terbuai Aroma
Nikmat Surga
Cirebon,
Desember 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar