APA ITU TAKHBIB? ✔
(Menanggapi Cinta dari Wanita Bersuami dalam Pandangan Islam)
Berawal dari komunikasi sederhana, dilanjut dengan saling curhat, hingga tertanam cinta karena syahwat.
Lebih parah lagi, ketika kejadian itu dialami oleh mereka yang telah berkeluarga. Karena interaksi lawan jenis yang tidak halal, Allah cabut rasa cintanya terhadap keluarganya, digantikan dengan kehadiran orang baru dalam hatinya.
Disadari maupun tidak, sejatinya itu merupakan hukuman bagi orang yang telah bisa menikmati segala yang haram, Allah hilangkan dari dirinya untuk bisa menikmati sesuatu yang halal.
▶ Dosa Takhbib
Diantara dosa besar yang mungkin jarang diketahui oleh kaum muslimin adalah dosa takhbib.
Menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis, memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini.
Diantaranya,
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
2. Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Dalam penjelasannya tentang bahaya cinta buta, Imam Ibnul Qoyim menjelaskan tentang dosa takhbib,
Takhbib termasuk salah satu dosa besar.
Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 154).
Bahkan, karena besarnya dosa takhbib, Syaikhul Islam melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib, sehingga bisa menikahi wanita tersebut. (Majmu’ Fatawa, 23/363).
▶ Makna Takhbib
Dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi (w. 1329 H) menjelaskan, takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak.
Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma’bud, 6/159).
Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,
Imam Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib,
Dalam Fatwa Islam, usaha memisahkan wanita dari suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi si wanita untuk menuntut cerai dari suaminya.
Yang juga termasuk takhbib adalah ketika seseorang memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat terhadap wanita yang sedang ada masalah dengan keluarganya.
Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia.
Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa.
Kan gak ada masalah kalo cuma jadi teman curhat, yang penting gak ada perasaan apa-apa. Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasehati.
Saya merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunah, saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga…, dan seabreg khayalan kasmaran lainnya.
Imam Ibnul Jauzi menukil nasehat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan,
Waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan anda.
Terkecuali jika anda seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya. Anda bisa menjelaskan halal-haram satu masalah.
Semoga Allah, menyelamatkan kita dari bahaya besar lingkungan yang kurang memperhatikan adab pergaulan.
Allahu a’lam
(Menanggapi Cinta dari Wanita Bersuami dalam Pandangan Islam)
Berawal dari komunikasi sederhana, dilanjut dengan saling curhat, hingga tertanam cinta karena syahwat.
Lebih parah lagi, ketika kejadian itu dialami oleh mereka yang telah berkeluarga. Karena interaksi lawan jenis yang tidak halal, Allah cabut rasa cintanya terhadap keluarganya, digantikan dengan kehadiran orang baru dalam hatinya.
Disadari maupun tidak, sejatinya itu merupakan hukuman bagi orang yang telah bisa menikmati segala yang haram, Allah hilangkan dari dirinya untuk bisa menikmati sesuatu yang halal.
▶ Dosa Takhbib
Diantara dosa besar yang mungkin jarang diketahui oleh kaum muslimin adalah dosa takhbib.
Menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah dari suaminya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadis, memberikan ancaman keras untuk pelanggaran semacam ini.
Diantaranya,
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐَ ﺍﻣﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭﺟِﻬَﺎ
”Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)2. Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟِﻬَﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ
”Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).Dalam penjelasannya tentang bahaya cinta buta, Imam Ibnul Qoyim menjelaskan tentang dosa takhbib,
ﻭﻗﺪ ﻟﻌﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ، ﻭﺗﺒﺮﺃ ﻣﻨﻪ ، ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﺃﻛﺒﺮ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ، ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﻧﻬﻰ ﺃﻥ ﻳﺨﻄﺐ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺒﺔ ﺃﺧﻴﻪ ﻭﺃﻥ ﻳﺴﺘﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺳﻮﻣﻪ : ﻓﻜﻴﻒ ﺑﻤﻦ ﻳﺴﻌﻰ ﺑﺎﻟﺘﻔﺮﻳﻖ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﺃﻣﺘﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﺼﻞ ﺑﻬﻤﺎ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan takhbib, dan beliau berlepas diri dari pelakunya.Takhbib termasuk salah satu dosa besar.
Karena ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk meminang wanita yang telah dilamar oleh lelaki lain, dan melarang seseorang menawar barang yang sedang ditawar orang lain, maka bagaimana lagi dengan orang yang berusaha memisahkan antara seorang suami dengan istrinya atau budaknya, sehingga dia bisa menjalin hubungan dengannya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 154).
Bahkan, karena besarnya dosa takhbib, Syaikhul Islam melarang menjadi makmum di belakang imam yang melakukan takhbib, sehingga bisa menikahi wanita tersebut. (Majmu’ Fatawa, 23/363).
▶ Makna Takhbib
Dalam Syarah Sunan Abu Daud Adzim Abadi (w. 1329 H) menjelaskan, takhbib secara bahasa artinya menipu dan merusak.
Dengan menyebut-nyebut kejelekan suami di hadapan istrinya atau kebaikan lelaki lain di depan wanita itu. (Aunul Ma’bud, 6/159).
Di bagian lain, beliau juga menyebutkan,
ﻣَﻦْ ﺧَﺒَّﺐ ﺯﻭﺟﺔ ﺍﻣﺮﺉ ﺃﻱ ﺧﺪﻋﻬﺎ ﻭﺃﻓﺴﺪﻫﺎ ﺃﻭ ﺣﺴﻦ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﻟﻴﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻭ ﻳﺰﻭﺟﻬﺎ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ
‘Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri seseorang’ maknanya adalah siapa yang menipu wanita itu, merusak keluarganya atau memotivasinya agar cerai dengan suaminya, agar dia bisa menikah dengannya atau menikah dengan lelaki lain atau cara yang lainnya. (Aunul Ma’bud, 14/52).Imam Ad-Dzahabi mendefinisikan takhbib,
ﺇﻓﺴﺎﺩ ﻗﻠﺐ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ
”Merusak hati wanita terhadap suaminya.” (al-Kabair, hal. 209).Dalam Fatwa Islam, usaha memisahkan wanita dari suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi si wanita untuk menuntut cerai dari suaminya.
Yang juga termasuk takhbib adalah ketika seseorang memberikan perhatian, empati, menjadi teman curhat terhadap wanita yang sedang ada masalah dengan keluarganya.
ﻭﺇﻓﺴﺎﺩ ﺍﻟﺰﻭﺟﺔ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻟﻴﺲ ﻓﻘﻂ ﺑﺄﻥ ﺗﻄﻠﺐ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﻄﻼﻕ ، ﺑﻞ ﺇﻥ ﻣﺤﺎﻭﻟﺔ ﻣﻼﻣﺴﺔ ﺍﻟﻌﻮﺍﻃﻒ ﻭﺍﻟﻤﺸﺎﻋﺮ ، ﻭﺍﻟﺘﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﺗﻌﻠﻴﻘﻬﺎ ﺑﻚ ﺃﻋﻈﻢ ﺇﻓﺴﺎﺩ ، ﻭﺃﺷﻨﻊ ﻣﺴﻌﻰ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﺴﻌﻰ ﺑﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ .
”Merusak hubungan istri dengan suaminya, tidak hanya dalam bentuk memotivasi dia untuk menggugat cerai. Bahkan semata upaya memberikan empati, belas kasihan, berbagi rasa, dan segala sebab yang membuat si wanita menjadi jatuh cinta kepadamu, merupakan bentuk merusak (keluarga) yang serius, dan usaha paling licik yang mungkin bisa dilakukan seseorang.” (Fatwa Islam, no. 84849)Memahami hal ini, berhati-hatilah dalam bergaul dengan lawan jenis siapapun dia.
Bisa jadi pada awalnya seseorang memiliki niat baik, niat saling menolong, niat merasa kasihan, perlu ada teman untuk berbagi rasa.
Kan gak ada masalah kalo cuma jadi teman curhat, yang penting gak ada perasaan apa-apa. Kita kan niatnya baik, saling mengingatkan dan menasehati.
Saya merasa dekat dengan Allah semenjak kenal dia, kita saling mengingatkan untuk tahajud, untuk puasa sunah, saya menjadi rajin ibadah karena nasehatnya, hatiku merasa nyaman dan tentram bersamanya, semoga dia menjadi pasanganku di surga…, dan seabreg khayalan kasmaran lainnya.
Imam Ibnul Jauzi menukil nasehat dari Al-Hasan bin Sholeh yang mengatakan,
ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻟﻴﻔﺘﺢ ﻟﻠﻌﺒﺪ ﺗﺴﻌﺔ ﻭﺗﺴﻌﻴﻦ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻳﺮﻳﺪ ﺑﻪ ﺑﺎﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮ
“Sesungguhnya setan membukan 99 pintu kebaikan, untuk menjerumuskan orang ke dalam satu pintu keburukan.” (Talbis Iblis, hlm. 51).Waspada bagi para lelaki, jangan sampai menerima curhat wanita tentang keluarganya. Bisa jadi ini langkah pembuka Iblis untuk semakin menjerumuskan anda.
Terkecuali jika anda seorang ulama, tokoh agama, yang berhak memberikan fatwa dengan ilmunya. Anda bisa menjelaskan halal-haram satu masalah.
Semoga Allah, menyelamatkan kita dari bahaya besar lingkungan yang kurang memperhatikan adab pergaulan.
Allahu a’lam
Semalam terdapat seseorang yang mengadukan suatu permasalahan akhwat /
ummahat yang sering diganggu atau digoda oleh seorang ikhwan via
facebook, yang memalukan ternyata ikhwan ini telah memiliki seorang
istri bahkan telah membuahkan seorang anak.
Kami kurang mengetahui seberapa jauh dia merusak kehormatan seorang
ummahat muslimah yang mengadu ini. Menurut aduan yang kami terima,
ikhwan ini sampai mengajak ketemuan di dunia nyata. Dan sang ummahat
selalu merasa takut akan diancam oleh ikhwan diatas jika membuka kedok
ikhwan ini. Dan menurut aduan, bukan hanya ummahat ini yang telah dirayu
olehnya. Ada beberapa akhwat lain yang menjadi korban. Kami hanya
mengelus dada dan mengatakan Laa haula wa laa quwwata.
Hati-hati ikhwan dan akhwat sekalian, janganlah anda merasa aman
bahwasanya syaithon akan diam tatkala anda mulai mengaji. Syaithon akan
selalu menjerumuskan seorang hamba Allah ke jurang neraka jahannam.
Allah berfirman:
berkata: Dengan keperkasaanMu(ya Allah) aku akan menyesatkan
mereka semua, kecuali hamba-hambu yang terpilihâra [1]
Ketahuilah wahai ikhwah sekalian, merusak keharmonisan rumah tangga
seseorang termasuk dosa besar. Dengan anda merusak kehormatan seorang
ummahat, menggodanya, merayunya, maka anda telah menjerumuskan diri anda
menuju kubangan dosa besar. Dan pekerjaan ini lebih dikenal dengan "Takhbib".
Takbib didefinisikan oleh Al Adziim Abadi dengan:
Barangsiapa yang mentakbib istri seseorang: yakni dengan
mengelabuhinya
dan merusaknya atau menganjurkan kepadanya agar bercerai dengan
bertujuan agar dia menikahinya atau menikahinya dengan ikhwan lain atau
karena hal lainnya[2]
Dan takhbib ini adalah perbuatan haram dan dosa besar.
Rasulullah bersabda:
Bukan golongan dari kami orang yang mentakhbib seorang wanita terhadap
suaminya[3]
Dan dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:
Dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya
maka dia bukanlah golongan dari kami[4]
Sebagaimana yang kita tahu, bahwasanya melamar seorang akhwat yang
dipinang adalah haram karena ditakutkan akan merusak hubungan kedua
calon insan, sebagaimana sabda nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam:
Janganlah seseoang melamar wanita pinangan saudaranyaâ[5]
Merusak hubungan yang masih dalam status pinangan saja diharamkan,
bagaimana dengan merusak hubungan yang telah berada dalam status
pernikahan ??
Maka benarlah ini adalah dosa besar, sebagaimana yang dikatakan oleh
ibnul Qoyyim rahimahullah:
Dan betapa banyak seorang wanita di takhbib dari suaminya, dan
seorang
budak wanita atau lelaki dari majikannya, dan Rasulullah telah melaknat
orang yang melakukan takhbib dan Rasulullah berlepas diri darinya dan
ini termasuk dosa besar. Dan jika nabi shallallahu alaihi wa sallam
telah melarang seseorang melamar diatas pinangan saudaranya, dan menawar
diatas tawaran saudaranya, maka bagaimana dengan seseorang yang berusaha
untuk memisahkan seseorang dari istri dan budaknya hingga dia memiliki
hubungan dengannya?
Dan ketahuilah wahai ikhwah, bahwasanya facebook adalah wadah yang
sangat berbahaya jika seseorang lalai dengannya. Dari facebook seseorang
menjadi korban pembunuhan, dari facebook seseorang menjadi korban
pencurian, dari facebook seseorang menjadi korban penipuan, dan dari
facebook seseorang menjadi korban perceraian.
Ada baiknya kita membawakan kisah 2 orang insan yang bercerai
diakibatkan media jejaring sosial seperti ini. Yang ana ambil dari sini
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat
kajian bersama ustadz di majelis ilmu syarâ.
Ustadz menguraikan kisah
ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar
mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari
laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting iniâ.
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah
karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya.
Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di
mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami
pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun
mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan
kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada
suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama
tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca
dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya
tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia
akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, …
sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di
internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya
selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, ia merahasiakan dengan
siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang
main internet lagi. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan
lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok
suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak
berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana
setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, ketika ia chatting lagi sang
laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata
dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki
tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran,
lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu
akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang
suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak
digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena
kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu
(menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta
cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan
laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya,
dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak
keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun
dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah
lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun
menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang
statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu
mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, dengan
tegasnya si lelaki itu berkata, Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku
hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau
hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut
bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan
,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri
yang setia dan taat kepada suaminya..!
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak
tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan
menceritakan Kisahnya.
Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali
dengan suaminya yang dulu mengingat betapa buruknya dia melayani
suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
Bagaimana dengan tipu daya iblis dan pengikutnya ?? Adakah janji dan
keinginannya membuahkan hasil yang memuaskan ?? Ingatlah sesungguhnya
syaithan selalu menjanjikan kepada keburukan dan kefakiran.
Dan syaithan akan berlepas diri dan tidak mau memperhatikan, jika
seorang hamba telah terjatuh dalam kubungan dosa. Dia akan selalu
menjerumuskannya dan menjerumuskannya.
Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry
Artikel: alamiry.net (Kajian Al Amiry)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar